penyebab bayi terlambat bicara

20 Penyebab Anak Terlambat Bicara dan Cara Mengatasinya

Apa Saja Penyebab Anak Terlambat Bicara?

Apakah Anda sedang mencari penyebab anak terlambat bicara dan cara mengatasinya? Selamat! Anda berada di tempat yang tepat. Di sini, Anda akan menemukan informasi lengkap mengenai penyebab anak telat bicara beserta solusinya.

Sebagai orang tua, tentu Anda berharap memiliki anak yang lincah, pandai berbicara, dan menggemaskan. Namun, harapan Anda tidak selalu terkabul. Banyak di antara orang tua yang memiliki anak lucu, tetapi terlambat bicara. Bahkan, hingga menginjak usia lima tahun.

Tahapan Anak Berbicara

Mirisnya, tidak semua orang tua mau menerima kekurangan anaknya. Tak sedikit orang tua yang membiarkan anaknya tanpa melakukan usaha, seperti terapi atau pijat telat bicara.

Normalnya, anak seharusnya sudah dapat berbicara ketika usianya menginjak 2 tahun. Di usia ini, anak sudah dapat menggabungkan beberapa kata menjadi kalimat. Anak yang tidak dapat mengucapkan lebih dari dua patah kata di usia ini biasanya dianggap telat bicara.

Sementara anak berusia 3 tahun biasanya sudah mulai berbicara dengan lancar, hanya saja pelafalannya belum jelas. Agar Anda lebih jelas, simak tahapan anak mulai berbicara berikut ini.

  • Akhir Tahun Kedua

Di akhir tahun kedua, anak sudah bisa mengucapkan dua hingga tiga kata. Anak pun sudah mulai memahami perintah dan mampu mengikuti instruksi sederhana.

Misalnya, Anda memintanya untuk mengulang kata “kamu lucu”, anak akan mengikutinya dan mulai mengeluarkan suara. Meskipun kata yang dikeluarkan tidaklah sama, hal ini menunjukkan bahwa anak Anda berkembang dengan baik.

  • Akhir Tahun Ketiga

Di akhir tahun ketiga, anak sudah bisa mengikuti perintah yang lebih sulit, seperti membedakan gambar atau benda. Di tahap ini kosakata anak sudah meningkat dan bervariasi. Bahkan, anak mulai berani dan tak ragu berbicara dengan orang lain.

  • Akhir Tahun Keempat

Di akhir tahun keempat, anak sudah mampu memahami konsep persamaan dan perbedaan serta melemparkan pertanyaan. Meskipun terkadang ucapannya belum begitu jelas, anak sudah mengerti cara menyusun kalimat yang baik dan benar.

  • Akhir Tahun Kelima

Di akhir tahun kelima, anak sudah bisa berbicara dengan baik. Bahkan, ia mampu menceritakan sebuah kisah dengan kalimatnya sendiri. Di usia ini, sebagian besar anak lebih aktif dan sering bertanya hal apa pun yang menurutnya menarik.

Penyebab Anak Telat Bicara dan Solusinya

Keterlambatan bicara pada anak kerap dikaitkan dengan sejumlah faktor penyebab. Adapun penyebab tersebut, antara lain sebagai berikut.

1. Minim Komunikasi

Kendati anak belum bisa berbicara, anak tetap membutuhkan komunikasi dua arah. Mereka akan mendengarkan dan belajar kosakata sederhana dari orang tuanya. Jika anak terlalu sering dibiarkan bermain sendiri, maka mereka akan kesulitan dalam memahami kata dan berbicara.

Untuk menghindari risiko anak sulit berbicara, luangkan waktu dan ajak buah hati berbicara. Mulai dari kosakata sederhana, seperti “Ayah”, “Ibu” “Kakak”, “Makan”, dan “Tidur”.

Selalu beri pujian pada anak jika ia berhasil menirukan kata-kata Anda. Hal ini dapat membuat anak lebih bersemangat.

2. Autisme

Penderita autisme akan mengalami keterlambatan berbicara. Sulit berkomunikasi dan telat bicara merupakan salah satu ciri penderita autisme. Anak autis sulit berkomunikasi dalam bahasa sehari-hari. Ia pun tidak dapat mengungkapkan emosi sehingga lebih mudah emosi.

Jika anak Anda mengidap gangguan autisme, maka cara terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter yang tepat dan melakukan terapi wicara agar buah hati lancar melafalkan kata-kata.

3. Trauma

Beberapa anak tumbuh dalam lingkungan yang tidak kooperatif. Anak yang mengalami kejadian traumatis ketika kecil dapat membuatnya sulit  berbicara dan mengekspresikan emosi. Dibandingkan dengan orang dewasa, daya ingat anak kecil lebih kuat.

Jika anak mengalami hal ini, maka segera bawa buah hati Anda ke psikolog anak untuk mengetahui sumber masalah.

4. Gangguan Pendengaran

Adanya gangguan pendengaran merupakan salah satu penyebab anak telat bicara. Jika gangguan ini masih bersifat ringan, anak masih dapat mendengar meskipun sama-sama sehingga ia masih bisa merespon panggilan Anda.

Sementara jika gangguan pendengaran bersifat berat, anak tidak dapat mendengar apa pun. Apa pun yang Anda bicarakan tak akan ditanggapi oleh anak. Solusi terbaik untuk mengatasi hal ini adalah dengan membawanya ke dokter ahli.  

5. Gangguan Otak

Gangguan pada sistem saraf motorik dan oral dapat berpengaruh pada cara bicara anak. Jika anak sudah berusia lebih dari tiga tahun dan masih sulit berbicara, bisa jadi ia mengidap gangguan otak.  

Dalam kondisi tertentu, buah hati akan terlihat sulit menggerakkan lidah yang berdampak pada pita suara. Untuk mengetahui kondisi kesehatan otak anak lebih jelas, periksakan pada dokter ahli.

6. Gangguan Bahasa

Gangguan bahasa yang disebabkan oleh berbagai faktor juga dapat memicu anak kesulitan bicara. Ketika anak tidak dapat menangkap bahasa yang Anda gunakan, anak hanya akan diam tanpa merespon.

Jika hal ini dialami oleh anak Anda, maka jangan ragu untuk berkonsultasi pada ahlinya atau melakukan terapi wicara.

7. Masalah Mulut dan Gigi

Orang tua sering melupakan masalah kesehatan mulut dan gigi anak. Padahal, rongga mulut merupakan sarana berkomunikasi. Ketika kesehatannya tidak terjaga, bukan tidak mungkin hal ini akan berdampak pada pita suara.

Oleh karena itu, pastikan untuk mengecek mulut dan gigi anak secara rutin. Untuk meminimalisasi masalah kesehatan gigi, bawalah anak Anda ke dokter gigi. Minimal setiap enam bulan sekali.

8. Terlahir Prematur

Anak yang terlahir prematur lebih rentan dan cenderung mengalami berbagai masalah kesehatan. Salah satunya adalah kesulitan berbicara. Organ anak yang terlahir prematur belum berkembang secara sempurna.

Itulah salah satu sebab mengapa anak prematur lebih berpeluang besar menderita gangguan bicara. Ketika belajar bicara pun, anak prematur membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyerap kata-kata.

Jika anak Anda mengalami hal ini, tidak ada salahnya untuk berkonsultasi dengan dokter. Biasanya, dokter akan melakukan serangkaian terapi dan aktivitas yang memicu komunikasi anak.

9. Televisi

Tidak ada yang menyangka televisi bisa berdampak besar bagi tumbuh kembang anak. Balita yang hobi menonton televisi rentan mengalami gangguan tumbuh kembang, termasuk terlambat bicara.

Televisi memungkinkan anak berkomunikasi satu arah sehingga mereka enggan menyampaikan emosi terdalam. Di usia balita, anak hanya mencontoh apa yang mereka lihat. Ketika mereka menyaksikan komunikasi satu arah, secara tidak langsung akan ditiru.

Oleh karena itu, batasi durasi menonton pada buah hati. Alihkan perhatian anak dengan mengajaknya bermain di luar atau melakukan kegiatan seru lainnya.

10. Pengaruh Gadget

Tak dapat dimungkiri bahwa gadget membawa pengaruh besar bagi tumbuh kembang anak. Anak yang terbiasa bermain gadget, seperti menonton YouTube atau bermain game, lebih rentan terkena gangguan sulit bicara.

Hal tersebut terjadi karena anak cenderung fokus pada layar gadget. Artinya, interaksi anak dengan orang lain pun terbatas. Solusi terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan membatasi anak bermain gadget. Jika perlu, jangan beri anak gadget sebelum usianya matang.

11. Tubuh Pendek

Selain gangguan dari dalam tubuh, gangguan fisik juga berpengaruh pada kemampuan berbicara anak. Umumnya, anak dengan tinggi kurang dari batas normal lebih rentan mengalami gangguan berbicara.

Cara terbaik untuk mengatasi masalah ini adalah dengan rajin memeriksakan pertumbuhan fisik untuk mengukur kemampuan anak. Guna mengatasi kondisi tersebut, bawalah buah hati untuk melakukan fisioterapi.

12. Lidah Pendek

Ternyata ukuran lidah pun berpengaruh pada kemampuan berbicara anak. Anda yang memiliki lidah pendek cenderung lebih sulit berbicara bahkan, pelafalannya pun kurang jelas dan sempurna. Permasalahan ini dapat diatasi dengan melatih anak untuk berbicara intens.

13. Infeksi Telinga

Tak banyak yang tahu bahwa infeksi telinga dapat memicu gangguan berbicara pada anak. Jika hal ini terjadi, Anda harus segera memeriksakan anak ke dokter ahli sebelum infeksi semakin parah.

14. Otot Mulut Belum Sempurna

Anak-anak masih mengonsumsi makanan semi padat dan sering bernapas lewat mulut cenderung mengalami gangguan berbicara. Solusinya, latih anak dengan melakukan terapi wicara dan ajak anak berdialog sesering mungkin.

15. Kemampuan Menyimak Rendah

Anak yang memiliki kemampuan menyimak rendah sangat rentan mengalami keterlambatan berbicara. Segera konsultasi untuk mengatasi masalah ini.

16. Jarang Berinteraksi

Anak yang jarang berkomunikasi dengan orang lain akan kesulitan berbicara. Bahkan, ia tidak berani mengucapkan kata-kata. Oleh karena itu, seringlah mengajak anak berbicara. Dengan begitu, anak akan lebih termotivasi untuk belajar menjawab pertanyaan Anda.

17. Gangguan Pengolahan Auditori

Gangguan pengolahan auditori menyebabkan anak kesulitan memahami apa yang ia dengar. Untuk mengatasinya, Anda perlu berkonsultasi pada dokter dan melakukan terapi anak sulit bicara.

18. Sifat bisu selektif

Keterlambatan bicara pun dapat dipicu oleh masalah bisu selektif. Artinya, anak hanya akan berbicara pada saat tertentu saja. Jika anak mengalami masalah ini, segera konsultasikan ke dokter dan psikiater.

19. Dilarang Berbicara

Orang tua yang sering memarahi anak ketika berisik dapat menyebabkan anak menjadi malas berbicara. Akibatnya, anak pun menjadi telat bicara. Oleh karena itu, hindari memarahi atau membentak anak, cukup dengan teguran halus.

20. Rongga Mulut Besar

Rongga mulut yang terlalu dapat memicu anak sulit berbicara. Hal ini terjadi karena anak merasa kurang nyaman ketika menggerakkan mulutnya. Untuk mengatasinya, ajak anak untuk berbicara setiap hari dan berikan rewads sebagai imbalan jika ia berhasil mengucapkan kata atau kalimat.

Nutrisi Otak B King, Solusi Ampuh Atasi Anak Sulit Bicara

Selain konsultasi, terapi anak berkebutuhan khusus, dan terapi pijat, masih ada cara lain untuk membantu anak berbicara lebih cepat, yakni dengan memberinya vitamin otak Brainking Plus (B King).

Brainking Plus merupakan nutrisi sel saraf otak yang diformulasikan untuk mengoptimalkan kerja otak, meningkatkan imun tubuh dan kecerdasan.

Brainking Plus bekerja bekerja secara holistic (menyeluruh) menyeimbangkan gelombang listrik otak kanan dan kiri, sehingga sangat bagus untuk pertumbuhan masa otak anak.

Tertarik dengan Brainking Plus? Baca selengkapnya disini!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap