kenlai karakteristik anak usia dini

Kenali 17 Karakteristik Anak Usia Dini

Pentingnya Memahami Karakteristik Anak Usia Dini

Karakteristik anak usia dini (AUD) merupakan karakter yang dimiliki anak sebelum ia beranjak dewasa. Menurut para ahli, anak usia dini haruslah dibekali dengan banyak kemampuan dan hal-hal baik.

Hal tersebut tak lepas dari waktu emas anak untuk mengeksplorasi kemampuan dan mengekspresikan emosinya. Di masa ini, meskipun anak telah mempelajari banyak hal, baik di tingkat PAUD ataupun TK, anak masih perlu bimbingan orang tua.

Lantaran karakteristiknya, anak usia dini tak boleh lepas dari pengawasan orang tua. Jika tidak, maka orang tua akan kesulitan dalam memahami anak. Meskipun Anda sibuk bekerja, Anda wajib menyediakan waktu bersama anak.

Di rumah, Anda harus memberinya pengertian dari hal-hal yang baru dan pendidikan layaknya di sekolah, hanya saja dengan pendekatan yang berbeda, yakni pendekatan yang penuh dengan kasih sayang. Dengan cara ini, anak akan merasa dirinya disayangi dan dilindungi.

Ingat, menjaga emosi anak usia dini sangat penting untuk dijaga karena hal ini akan berdampak padanya ketika dewasa. Semakin Anda dekat dengan anak, semakin baik pertumbuhan emosinya.

Anak yang dekat dengan orang tua akan tumbuh menjadi anak yang hangat, peduli terhadap orang lain, dan mudah bergaul dengan orang lain.

Sementara anak yang tidak dekat dengan orang tua. Ia akan tumbuh menjadi anak yang dingin, mudah emosi, tidak percaya orang lain, dan cenderung menutup diri.

Oleh karena itu, sangat penting untuk memahami anak, apa yang mereka inginkan, mereka butuhkan, Anda wajib memberinya.

Berbagai Jenis Karakter Anak

Lantas, apa saja karakter yang biasa dimiliki anak usia dini? Berikut uraiannya.

1. Aktif

Anak usia dini senang melakukan banyak hal, mereka akan mengerjakan apa pun tanpa kenal dengan kata lelah.

2. Suka Berimajinasi

Anak-anak usia dini menyukai beragam imajinasi. Mereka biasanya akan menggambar sesuatu, sekadar menuangkan gambaran yang ada di dalam pikirannya.

3. Ingin Tahu Banyak Hal

Anak-anak usia dini biasanya penasaran dengan banyak hal. Hal ini tak lepas dari rasa keingintahuannya yang tinggi. Ketika ia melihat sesuatu yang menarik, seperti bangunan tinggi atau gambar kartun yang lucu, ia akan bertanya secara terus-menerus hingga mendapat jawaban yang memuaskan.

4. Berpikir Konkret

Anak usia dini tidak akan mempercayai hal-hal abstrak, seperti anak remaja atau orang dewasa. Mereka berpikir secara konkret, sesuai dengan apa yang mereka lihat.

5. Egosentris

Anak usia dini memiliki karakteristik egosentris atau lebih mementingkan diri sendiri. Contohnya, suka merebut mainan teman, marah, menangis, atau memaksa.

Baca Juga : 20 Penyebab Anak Terlambat Bicara dan Cara Mengatasinya

6. Suka Petualangan

Anak usia dini sangat senang jika diajak untuk menjelajahi hal baru di sekitarnya. Hal ini tak lepas dari karakternya yang memang ingin mengetahui banyak hal.

7. Pikiran Belum Fokus

Lantaran masih dalam masa pertumbuhan, pikiran anak usia dini belum berfokus pada satu hal. Konsentrasinya terpecah dan mudah kehilangan fokus, terutama ketika merasa bosan.

8. Spontan

Anak usia dini selalu spontan. Mereka akan menceritakan dan mengasumsikan beragam hal sesuai dengan apa yang mereka ketahui dan lihat. Mereka akan bertanya jika merasa tidak tahu, untuk membuktikan apa yang di pikirannya benar atau salah.

9. Semangat Belajar Tinggi

Di masa pertumbuhan, anak-anak memiliki semangat belajar yang besar sehingga mereka tidak ragu mencoba banyak hal. Di masa ini, sangat penting untuk mulai mengarahkan anak sesuai dengan minat dan bakatnya.

10. Suka Berteman

Anak-anak usia cenderung pemberani dan tidak kenal pemalu. Mereka tidak hanya suka mempelajari hal baru, tetapi juga bertemu teman baru.

11. Mereka Belajar Dengan Tubuh

Anak usia dini suka mempelajari hal baru dengan tubuh mereka, seperti mempelajari gerak tubuh, bagaimana rasa menyentuh, memukul, dan lainnya. Hal ini sangat penting untuk memperkaya emosinya.

12. Pemikir Pendek

Anak usia dini tidak akan berpikir mengenai akibat. Mereka adalah pemikir pendek yang hanya memikirkan apa yang ingin mereka lakukan atau ketahui. Tak jarang hal ini justru membawanya ke dalam masalah atau bahaya, terutama ketika ia hilang dalam pengawasan.

13. Pendengar yang Baik

Ketika Anda memiliki anak usia dini dan berada di sekitarnya, pastikan untuk berhati-hati dalam bertutur kata. Mengapa? Karena anak usia dini adalah pendengar yang baik. Mereka akan mengulang apa yang didengarnya.

14. Emosi Belum  Stabil

Anak usia dini sangat cepat berubah. Emosi yang belum labil membuat mereka mudah marah, menangis, tertawa, energik, ataupun kesal.

15. Peniru Ulung

Keingintahuan dan rasa tertarik yang besar ditambah dengan sifatnya sebagai pendengar yang baik membuat anak usia dini selalu mengikuti apa yang dilakukan orang dewasa. Apa yang mereka lihat dan dengar akan mereka tiru, tanpa memikirkan hal tersebut baik atau buruk.

16. Makan Belum Teratur

Menyangkut pola makan, jadwal makan anak usia dini belum teratur. Terkadang mereka memiliki nafsu makan yang besar sehingga sering menikmati sekadar camilan manis, seperti permen, gula-gula, biskuit, dan es krim. Namun, tak jarang mereka sangat sulit diatur dan tak mau makan.

Baca Juga : Vitamain Anak Terlambat Bicara yang Terbukti Ampuh

17. Unik

Secara keseluruhan, karakter anak usia dini sangat unik karena mereka belajar banyak hal dalam satu waktu. Tak jarang, beberapa anak sangat menonjol, sedangkan beberapa lainnya biasa saja. Bagaimana pun karakter mereka, sebagai orang dewasa Anda wajib mengarahkannya agar berkembang dengan baik.

Untuk memaksimalkan tumbuh kembang anak usia dini, beri ia asupan lengkap. Jangan ragu memberinya suplemen tambahan untuk mengoptimalkan perkembangan otak.

Demikianlah informasi mengenai karakteristik anak di usia dini yang perlu Anda ketahui. Agar lebih bermanfaat, ayo, bagikan artikel ini melalui media sosial!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap