gejala autisme pada bayi 2 bulan

Gejala Autis Pada Bayi 2 – 12 Bulan

Waspada! Ini Gejala Autis Pada Bayi 2 Bulan

Tahukah Anda bahwa gejala autis pada bayi 2 bulan merupakan tanda awal mengenali kelainan pada anak? Meskipun tidak semua orang tua peka, beberapa anak menunjukkan gejala serius yang mengarah pada autisme. Jika dibiarkan, hal ini dapat mengarah pada tingkat akut.

Autisme tercatat sebagai gangguan perkembangan otak yang dapat diidap anak seumur hidup, yakni sejak kecil hingga dewasa. Gangguan ini menyebabkan anak kesulitan berinteraksi, berkomunikasi, dan berkembang layaknya anak normal lainnya.

Gejala Autis dan Faktor Penyebabnya

Pada dasarnya, gejala autis pada anak berbeda-beda tergantung tingkat keparahan dan jenisnya. Namun, hampir semua anak autis dapat dikenali melalui perilakunya, yakni sulit berkomunikasi dan tidak peduli terhadap lingkungannya.

Pada anak-anak, cara mendeteksi autis dapat dilihat dari reaksi dan ciri-ciri fisik. Agar lebih jelas simak gejala autis pada bayi dua bulan berikut ini.

Gejala Autis Pada Bayi

1. Tidak Ada Ekspresi

Umumnya, bayi dua bulan sudah mulai memiliki ekspresi, seperti tersenyum, marah, mengantuk, kesal, dan sebagainya. Namun pada bayi penderita autis, wajahnya tidak menunjukkan ekspresi apa pun. Gejala ini akan tampak lebih jelas ketika si bayi mencapai usia sekitar sembilan bulan.  

2. Tidak Responsif

Bayi yang menderita gangguan autisme akan mengalami kesulitan dalam merespon orang di sekitarnya. Misalnya, ketika Anda memanggil nama si bayi, bayi tidak akan mengerti. Padahal, secara naluriah, bayi yang sering dipanggil menggunakan nama akan terbiasa dan merespon.

3. Lambat Bicara

Pada dasarnya sebelum usia enam bulan bayi mulai mengeluarkan bunyi-bunyian. Bahkan, bayi mulai belajar mendengarkan orang dewasa ketika berbicara. Namun, bayi yang mengidap autis cenderung diam. Bahkan, beberapa di antaranya sama sekali tidak mengeluarkan suara.

4. Jarang Kontak Mata

Mata bayi normal akan tampak bersinar, terlebih ketika ia merasa senang dan tertawa lepas. Lain halnya dengan bayi yang mengidap autisme. Bayi akan sering kali menghindari tatapan Anda.

5. Gerakan Berulang

Bayi yang mengidap autisme akan melakukan gerakan berulang. Misalnya, memasukkan jari ke dalam mulut atau menggerakkan kaki. Meskipun Anda melarangnya, bayi akan kembali melakukan gerakan tersebut.

6. Mata Bayi Lemah

Pada bayi yang menderita autis, kekuatan visualnya sangat lemah sehingga kurang responsif.  Sebagai contoh, ketika Anda menunjuk sesuatu, normalnya bayi akan mengikuti gerakan tangan Anda. Namun, tidak bagi penderita autis.  

7. Sering Menangis

Bayi yang menderita autis memiliki emosi labil. Tak jarang bayi menangis tanpa sebab atau tiba-tiba berteriak.

8. Respon Buruk Terhadap Rasa Sakit

Berbeda dengan bayi normal, bayi yang menderita gangguan autisme sangat sulit mengenali rasa sakit. Bahkan, sejumlah bayi sama sekali tidak dapat merespon rasa sakit. Dampaknya, ketika ia sakit, misalnya demam atau batuk, ia tampak biasa saja. Tidak menangis atau merengek.  .

9. Perubahan Sikap Drastis

Bayi yang menderita autisme memiliki perubahan sikap mencolok, sangat drastis. Terkadang bayi akan sangat pendiam, tetapi tiba-tiba menjadi lincah..

Penyebab Autisme Pada Anak

Lantas, apa sebenarnya penyebab autisme pada anak? Hingga kini, belum ada penyebab pasti, tetapi secara umum autisme dapat dipicu oleh beberapa hal, di antaranya sebagai berikut.

1. Genetik

Autisme dapat disebabkan faktor genetika, meskipun kemungkinannya hanya satu berbanding dua puluh. Pada kehamilan kembar, jika salah satu anak mengidap autis, maka besar kemungkinan anak lainnya pun mengalami hal yang sama.

2. Ketidakseimbangan Otak

Perlu Anda ketahui bahwa terdapat beberapa area di bagian otak yang sangat berpengaruh terhadap kemungkinan autisme, seperti serebal korteks dan cerebellum. Jika orang tua mengalami ketidakseimbangan di dalam otak, maka peluang memiliki anak autis sangat besar.

3. Obat-obatan

Ibu hamil yang mengonsumsi obat dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko anak lahir autis.

4. Usia Kehamilan

Usia ideal seorang wanita untuk memiliki anak dimulai pada usia 23 tahun hingga 30 tahun. Apabila seorang wanita melahirkan anak pertamanya di atas usia 30 tahun, besar kemungkinan si anak akan mengidap gangguan autisme. Hal ini dapat terjadi karena faktor mutasi gen.

5. Pestisida

Untuk ibu hamil yang sering terpapar pestisida, besar kemungkinan anak yang dilahirkannya akan mengalami gangguan autisme. Pasalnya, zat kimia di dalam pestisida sangat kuat dan berbahaya bagi janin. 

Baca Juga : Benarkah Anak Laki-Laki Lebih Rentan Terkena Autis?

Apa yang Harus Dilakukan? Bagaimana Cara Menangani Anak Autis?

Pada dasarnya, setiap orang tua selalu berharap yang terbaik untuk anaknya. Namun, ketika Anda dianugerahi anak istimewa, maka Anda pun harus merawatnya dengan sebaik mungkin.

  • Selalu lihat dan pantau perkembangan anak. Jika gejala autisme semakin parah, maka Anda harus segera membawanya ke dokter.
  • Anak autis memang memiliki perkembangan yang lebih lambat dari anak seusianya. Namun, jika Anda merasa perkembangan buah hati sangat buruk, maka jangan ragu membawanya ke dokter.
  • Ketika Anda menemukan satu atau dua gejala pada anak yang mengarah ke gangguan autrisme, jangan abaikan. Sebaliknya, selalu waspada dengan memperhatikannya secara seksama.
  • Merawat anak autis membutuhkan kesabaran tinggi. Anda tak boleh menyerah apalagi putus asa. Sesulit apa pun berkomunikasi dengan anak, Anda harus tetap percaya bahwa kelak suatu hari anak akan mengerti dan merespon Anda.

Demikianlah informasi mengenai gejala autis pada bayi 2 bulan yang perlu Anda ketahui. Ayo, sebarkan informasi ini agar lebih bermanfaat!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap