ciri-cri anak autis

16 Ciri-Ciri Anak Autis dan Cara Mengobatinya

Brainkingstore.com Tahukah Anda bahwa mengenali ciri-ciri anak autis sangat penting? Dengan mempelajari ciri-ciri tersebut, Anda akan lebih mudah melakukan antisipasi ketika buah hati menunjukkan tanda-tanda autisme.

Semakin banyak Anda menggali informasi mengenai autisme, semakin mudah Anda membedakan anak autis dengan anak pada umumnya. Secara tidak langsung, hal ini akan memudahkan Anda untuk merancang pola asuh terbaik bagi buah hati.

Sebelum beralih ke ciri-ciri, ada baiknya untuk mengetahui lebih dulu apa sebenarnya autisme.

Pengertian Autis

Autisme Spectrum Disorder (ASD) atau gangguan spektrum  autisme merupakan istilah yang merujuk pada gangguan saraf atau mental yang menyebabkan seseorang melakukan pola perilaku berulang dan terbatas.

Penderita autisme akan kesulitan dalam berkomunikasi dan berinteraksi sosial. Bahkan, terhadap anggota keluarganya sendiri. Namun, perlu diingat bahwa tidak semua anak yang kesulitan berkomunikasi pasti menderita autisme.

Sebenarnya, penyebab autisme belum diketahui secara pasti, tetapi faktor genetik dan penggunaan obat-obatan kimia selama mengandung dapat memicu autisme pada anak.

Umumnya, gejala autisme dapat diketahui sejak dini, yakni pada usia 1 tahun. Namun, sering kali orang tua terlambat menyadari sehingga penanganan terhadap anak pun terhambat.

Pada dasarnya, tingkat keparahan penderita autisme berbeda antara yang satu dengan lainnya. Semakin tinggi tingkatan autisme, semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk pemulihan.

Kendati autisme termasuk gangguan yang tidak dapat disembuhkan, dengan penanganan yang tepat, gangguan ini dapat dicegah sebelum berkembang ke tingkat yang lebih tinggi. Sementara bagi penderita, hal ini efektif menekan tingkat keparahan autisme pada anak.

Ciri-Ciri Autis

Pada dasarnya, anak autis sangat berbeda dengan hiperaktif. Namun, masih banyak orang yang keliru dan menganggap keduanya sama. Lantas apa saja tanda-tanda yang menunjukkan si kecil mengidap autisme? Adapun ciri-cirinya secara umum, antara lain sebagai berikut:

1. Kaku

Biasanya, anak sangat suka digendong. Namun, Apabila bayi Anda sulit atau kaku ketika digendong, Anda harus waspada. Pasalnya, hal ini merupakan salah satu gejala umum gangguan autis.

2. Sulit Berjalan

Anak umur 3 tahun biasanya sudah lancar berjalan dan tertarik pada hal-hal baru di sekitarnya. Namun, pada umur tersebut, anak autis masih kesulitan berjalan dan tidak tertarik pada sesuatu.

3. Sulit Bicara

Anak autis biasanya kesulitan berbicara. Ketika berbicara pun kata-katanya terbalik atau cadel.

4. Tidak Memiliki Empati

Anak autis biasanya tidak memiliki rasa simpati. Hal ini kadang membuat anak autis terlihat   jahat.

5. Suka Kegiatan Berulang

Jika biasanya anak-anak mudah bosan, maka lain halnya dengan anak autis yang suka mengulang kegiatan.

6. Tidak Suka Suasana Bising

Anak autis tidak menyukai suasana bising atau intonasi yang keras. Ketika suasana di sekitarnya berisik, anak akan merasa gelisah atau berteriak.

7. Tidak Suka Disentuh

Umumnya, anak suka dimanja oleh orang-orang di sekitarnya. Namun, anak autis justru tidak menyukai kontak fisik atau sentuhan.

8. Tidak Suka Kontak Mata

Ciri-ciri autis selanjutnya adalah tidak suka kontak mata. Ketika berbicara dengan orang lain, anak autis lebih banyak menunduk.

9. Emosi Labil

Anak autis akan merasa kesulitan mengontrol emosinya sendiri. Tak heran jika banyak anak autis sering menangis sendiri atau tertawa tanpa sebab.

10. Tidak Memperhatikan Orang Lain

Anak autisme memiliki dunianya sendiri. Hal inilah yang membuat mereka tak peduli dengan sekitarnya.

11. Sulit Meniru

Anak autis sering kesulitan meniru sesuatu termasuk mengikuti perintah orang lain.

12. Menyukai Benda Dinamis

Anak autis menyukai benda dinamis yang bergerak berulang, seperti kipas angin yang berputar.

13. Asyik Dengan Dunianya Sendiri

Berbeda dengan anak pada umumnya yang menyukai kegiatan bermain bersama, anak autis lebih suka menyendiri dan menikmati dunianya sendiri.

14. Senang Menggunakan Bahasa Aneh

Kendati tidak semua, sebagian besar anak autis senang menggunakan bahasa aneh yang sulit dimengerti orang sekitarnya.

15. Monoton

Lantaran tidak begitu tertarik dengan sesuatu yang baru, anak-anak autis cenderung kurang imajinatif dan monoton.

16. Wajah Datar

Anak autis kurang ekspresif sehingga wajahnya akan tampak datar meskipun ia tengah sedih, senang, atau marah.

Cara Berkomunikasi dengan Anak Autis

Kendati telah mengetahui ciri umum autisme pada anak, faktanya masih banyak orang tua yang kesulitan berkomunikasi dengan anak. Padahal komunikasi sangat penting untuk mempercepat proses pemulihan dan mencegah gejala autisme berlanjut ke tingkat yang lebih parah.

Agar lebih memahami anak, pastikan untuk menerapkan sejumlah tips berkomunikasi dengan anak autis berikut ini.

  • Meniru Kegiatannya

Cara untuk berkomunikasi dengan anak autis adalah dengan meniru kegiatannya. Hal ini akan membuat anak merasa nyaman berada di sekitar Anda. Dengan begitu, Anda akan lebih mudah mengajaknya berkomunikasi dan memahami apa keinginannya.

  • Sebut Namanya

Untuk mendapatkan perhatian anak autis, selalu sebut namanya ketika hendak berkomunikasi. Contohnya, “Angga, suka pelajaran apa?”, “Angga mau makan apa nanti malam?”, “Angga, mau jalan-jalan ke mana?”

  • Gunakan Kalimat Jelas

Agar anak mengerti maksud Anda pastikan untuk menggunakan kalimat yang jelas dan spesifik. Hindari menggunakan kalimat yang panjang, berbelit, dan tidak runut. Hindari pula menggunakan nada tinggi karena dapat membuat anak merasa terancam.

  • Kontak Mata Secukupnya

Sebagaimana Anda ketahui, anak autis tidak menyukai kontak mata. Oleh karena itu kurangi menatap mata buah hati ketika berbicara. Hal ini akan membuat buah hati nyaman dan percaya pada Anda.

  • Hindari Tempat Bising

Berbicaralah secara halus, pelan, dan jauh dari keramaian. Dengan cara ini, anak lebih mudah menyerap setiap kata yang Anda sampaikan.

  • Sabar Menanti Jawaban

Hampir sebagian besar anak autis tidak menjawab pertanyaan secara langsung. Oleh karena itu, Anda harus bersabar menanti jawaban.

  • Jangan memaksa

Ketika anak tidak menjawab, jangan memaksanya. Sebaliknya, ajukan pertanyaan lain yang memiliki makna sama dengan bahasa yang lebih sederhana.

Demikianlah informasi mengenai pengertian dan ciri-ciri autis pada anak yang perlu Anda ketahui. Jika anak Anda mengalami hal ini, maka pastikan untuk merawatnya dengan penuh kasih sayang dan kesabaran tanpa batas. Ayo, share artikel ini!

Bagaimana Cara Mengobati Anak Autis?

Sebenarnya, cukup banyak cara untuk mengobati anak autis. Salah satunya adalah Brainking Plus (B King). Berbeda dengan obat generik, Brainking Plus diformulasikan khusus untuk berbagai macam gangguan kesehatan, termasuk autisme.

Brainking Plus merupakan nutrisi otak yang dibuat dari zat aktif tanaman herbal pilihan. Brainking Plus dibuat langsung oleh Ahli Farmakologi dari University of Mallaca Malaysia sekaligus seorang ayah dari anak yang mengidap autisme dan hiperaktif, dr. Irfan Buchari, PhD.

Brainking Plus aman dikonsumsi oleh anak-anak hingga orang dewasa. Penggunaan dalam jangka panjang tidak memberikan dampak buruk layaknya obat-obatan kimia.

Baca Juga : Vitamin Otak Herbal untuk Anak Autis yang Terbukti Ampuh

Apakah Autis bisa disembuhkan?

Brainking Plus memiliki banyak manfaat yang sangat baik untuk kesehatan. Salah satu manfaatnya adalah untuk mengobati Autis karena awal mula dr. Irfan membuat formula ini untuk mengobati anaknya Chandra yang saat itu mengidap Autis Hiperaktif.

Kenapa saya menawarkan anda untuk mencoba Brainking Plus? Karena anaknya dr. Irfan yang Autis Hiperaktif bisa sembuh bahkan tumbuh menjadi anak yang cerdas dan berprestasi. Saat ini Mas Chandra bekerja di perpajakan, sangat luar biasa bukan!

Percayalah semua penyakit ada obatnya kecuali kematian!

Ingin tahu lebih lanjut tentang Brainking Plus? Klik disini ya!

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap