cara terapi anak autis dari rumah

12 Cara Terapi Anak Autis Di rumah yang Terbukti Efektif dan Ampuh

Tahukah Anda bahwa cara terapi anak autis di rumah sangat efektif untuk menekan gejala autisme? Tak perlu cemas, sebab cara ini aman dan sangat mudah dilakukan. Namun, hasilnya sangat bervariasi, tergantung pada tingkat keparahan autisme anak.

Bagaimana Cara Melakukan Terapi Anak Autis Di rumah?

Untuk menangani anak autis memang diperlukan cara khusus, baik dalam mengajari anak maupun saat terapi. Meskipun demikian, masih banyak orang tua yang kurang sabar sehingga perkembangan anak terhambat. Bahkan gejala autisme semakin memburuk.

Apa Itu Terapi Autisme?

Guna mencegah hal yang tidak diinginkan, sebaiknya lakukan terapi secara bertahap pada anak. Terapi autisme sangat penting agar anak dapat berinteraksi, berkomunikasi, dan bergaul dengan orang lain. Bahkan, bukan mustahil anak dapat menimba ilmu di sekolah reguler.

Lantas, apa sebenarnya terapi autisme? Terapi autisme adalah cara untuk menangani gejala dan gangguan spektrum autisme (ASD). Tujuan terapi autisme tidak hanya untuk meningkatkan kualitas hidup anak autis, melainkan juga membuatnya lebih mandiri.

Secara tidak langsung terapi ini pun dapat menurunkan penyebab dan angka penderita autism Indonesia yang beberapa tahun terakhir meningkat secara drastis.

Pada dasarnya, pengobatan terbaik adalah pengobatan yang dilakukan secara terus-menerus, tak terkecuali terapi autisme. Perlu diketahui, terapi ini terbagi dalam dua kategori, yakni  pendidikan medis intervensi dan manajemen.

12 Cara Terapi Efektif untuk Anak Autis

Bagi Anda yang ingin membantu proses pemulihan anak autis di rumah, sangat dianjurkan untuk menerapkan sejumlah terapi autisme berikut ini.

1. Intervensi Pendidikan

Jenis terapi yang paling sering digunakan untuk penyembuhan anak autis adalah intervensi pendidikan. Intervensi pendidikan tidak hanya memberikan mata pelajaran akademik pada anak, tetapi juga keterampilan.

Hal tersebut sangat efektif meningkatkan interaksi anak, keterampilan sosial, mengurangi tindakan yang kurang baik, dan mempersiapkan mental anak ketika terjun di masyarakat atau menghadapi situasi baru.

2. Terapi Fisik

Terapi ini adalah terapi yang berkaitan dengan perkembangan otot kasar atau motorik kasar anak. Terapi fisik ini akan membantu Anda untuk membuat anak bisa melakukan kegiatan dasar kembali, seperti berjalan atau menggerakkan jari.

 Tak sedikit anak autis yang memiliki masalah pada otot kaki sehingga tidak sanggup menopang berat tubuh. Terapi ini akan membantu menguatkan otot kaki anak dan tubuhnya secara keseluruhan.

Kendati demikian, pastikan untuk tidak memaksa anak, mengingat sering kali anak merasakan sakit ketika belajar berdiri atau menggerakkan tubuhnya.

3. Terapi Perilaku

Untuk anak normal, biasanya akan diberlakukan sistem reward dan punishment. Namun, dalam kasus anak autis, Anda tidak boleh melakukan hal tersebut. Anda hanya diperbolehkan memberi reward, baik berupa pujian atau barang yang anak inginkan.

4. Terapi Biomedik

Terapi Biomedik merupakan terapi yang dikembangkan oleh dokter Defeat Autism Now. Tujuan dari terapi ini untuk membersihkan fungsi yang terganggu atau abnormal yang ada di dalam otak anak penderita autis. Dengan terapi ini, susunan syaraf akan kembali berfungsi optimal.

5. Terapi Okupasi

Terapi okupasi ditujukan untuk melatih otot halus yang ada di dalam tubuh anak. Umumnya, anak autis akan kesulitan menggerakkan motorik halus. Pada terapi ini, anak akan diajarkan untuk melakukan aktivitas sederhana, seperti memegang benda.

Salah satu terapi yang paling banyak diminati adalah Terapi Sensori Integrasi. Terapi ini merupakan salah satu jenis perawatan yang berguna untuk memperbaiki gangguan tumbuh kembang anak, gangguan belajar, gangguan komunikasi, dan gangguan sosial lainnya.

Terapi ini menekankan pada stimulasi tiga indera utama, yakni vestibular, taktil, dan proprioseptif. Ketiga sensor ini sangat penting karena dapat membantu interpretasi anak dan meningkatkan respon anak terhadap lingkungan.

6. Terapi Wicara

Anak autis cenderung memiliki kesulitan untuk berbicara. Terapi wicara ini biasanya dijadikan alternatif bagi orang tua yang ingin melatih dan mengembangkan kemampuan anaknya.

7. Applied Behaviorial Analysis (ABA)

Sistem terapi yang satu ini dilakukan dengan cara memberikan pujian ketika anak berhasil mencapai prestasi tertentu.

Misalnya, saat anak berhasil menatap mata seseorang, anak akan diberi pujian, seperti “Rafa, anak mamih memang pintar” atau“Ayah, merasa bangga padamu, Gita.”

8. Terapi Visual

Sesuai namanya, terapi visual merupakan jenis terapi yang menggunakan gambar sebagai alat peraga. Terapi ini akan membantu anak mengembangkan keterampilannya, baik di bidang tertentu maupun komunikasi dengan orang lain.

9. Terapi Perkembangan

Terapi ini adalah sebuah terapi yang mengharuskan anak mengorbankan beberapa hal agar bisa berkomunikasi dan bersosialisasi dengan orang lain.

 10. Neurofeedback

Neurofeedback dipercaya dapat meningkatkan fokus pada anak autis dan mengurangi kecemasan pada penderita autism spectrum disorder (ASD).

 11. Anak-Rise

Anak-Rise merupakan sebuah program berbasis rumah yang berfokus pada kontak mata, kegiatan berulang, dan menerima anak apa adanya, tanpa menghakimi. Model terapi ini sangat cocok diterapkan di rumah. Namun, sangat membutuhkan dukungan seluruh anggota keluarga.

Pasalnya, Anda dan anggota keluarga yang lain harus terlibat dalam kegiatan anak. Misalnya, ketika anak bermain sendiri, Anda harus mengerti dunianya dan membantunya belajar, mulai dari kontak mata, berbicara, cara merespon, hingga cara beradaptasi di lingkungan baru.

 12. Terapi Suplemen

Dibandingkan dengan cara sebelumnya, terapi suplemen adalah yang paling mudah. Pada terapi ini, Anda harus memberikan anak suplemen lengkap yang mengandung nutrisi, vitamin, dan mineral.

Adapun beberapa suplemen yang dapat membantu mengurangi gejala autisme, antara lain sebagai berikut.

  • Carnosine
  • Cyproheptadine
  • D-cycloserine
  • Asam folat
  • Glutathione
  • Metallothionein promotor
  • PUFA, seperti triptofan, tiamin, omega-6 fatty acid, tirosin, seng, dan vitamin B12.

Selain itu, suplemen yang mengandung vitamin B6 (pyridoxine) dan magnesium dengan dosis tinggi sangat efektif membantu penderita autisme. Agar efek yang dihasilkan lebih bagus, tambahkan makanan yang mengandung asam lemak tak jenuh ganda, vitamin C, dan probiotik.

Kendati cara tersebut aman, alangkah bijaknya jika Anda lebih dulu berkonsultasi dengan ahli atau dokter yang menangani anak Anda sejak kecil. Dengan begitu, terapi ini akan lebih efektif dan berhasil.

Demikianlah informasi mengenai cara terapi anak autis di rumah yang dapat Anda terapkan untuk membantu proses penyembuhan buah hati Anda. Selamat mencoba dan jangan lupa bagikan artikel ini!

Baca Juga : 16 Ciri-Ciri Anak Autis dan Cara Mengobatinya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap