anak laki-laki lebih rentang autis

Benarkah Anak Laki-Laki Lebih Rentan Terkena Autis?

Dibandingkan dengan anak perempuan, anak laki-laki lebih rentan terkena autis. Barangkali Anda  bertanya-tanya, mengapa demikian? Hal ini berkaitan erat dengan hormon testosteron.

Sebagaimana Anda ketahui, hormon testosteron sangat bertolak belakang dengan gen pengatur fungsi otak, yakni retinoic acid-related orphan receptor-alpha (RORA). Berbeda dengan estrogen, yang justru seirama dengan RORA. Bahkan efektif meningkatkan kinerja RORA.

Terhambatnya RORA dapat menimbulkan berbagai masalah di dalam tubuh, terutama yang berhubungan dengan koordinasi.

Ini Penyebab Anak Laki-laki Rentan Terkena Autis

Kendati tampak sepele, hal tersebut menjadi faktor utama yang menyebabkan anak laki-laki lebih banyak terkena autis dibandingkan anak perempuan.

Pasalnya, kinerja RORA yang terhambat dapat merusak circardian rythm atau jam biologis pada anak. Dampaknya, pola tidur anak menjadi tak teratur. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan pada sistem saraf dan meningkatkan inflamasi pada jaringan otak.

Faktanya, hampir sebagian besar anak yang mengalami gangguan autisme sering mengeluh sulit tidur. Hal ini diperkuat dengan bukti penelitian yang dilakukan oleh George Washington University.

Penelitian tersebut menunjukkan bahwa aktivitas retinoic acid-related orphan receptor-alpha pada penderita autis lebih rendah dibandingkan pada anak normal. Penelitian ini secara tidak langsung menguatkan adanya keterkaitan antara testosteron dengan autisme.

Fakta Terbaru Seputar Penyebab Austisme

Kasus autisme memang lebih banyak ditemukan pada anak laki-laki daripada anak perempuan. Sebelumnya hormon testosteron dianggap sebagai pemicu, tetapi kini perkembangan otak yang disebut sebagai penyebab autisme pada anak.

Dalam jurnal penelitiannya, tim peneliti Goethe University di Jerman mengungkap bahwa kecenderungan gangguan spektrum autisme pada anak laki-laki berhubungan dengan perkembangan otak.

Pada dasarnya, otak laki-laki dengan otak perempuan tidak begitu berbeda. Namun, terdapat sejumlah aspek neurologis yang dimiliki anak laki-laki, yakni serebral korteks.

Serebral korteks merupakan bagian otak yang memiliki peran penting dalam perhatian, kewaspadaan, persepsi, dan ingatan. Korteks pada anak laki-laki lebih tipis daripada korteks pada anak perempuan.

Adanya perbedaan ketebalan, meskipun sangat tipis ternyata berpengaruh pada risiko autisme. Singkatnya, anak laki-laki berpeluang tiga kali lebih besar terkena autisme dibandingkan anak perempuan.

Mengenal Gangguan Autisme Lebih Dekat

Autis tergolong sebagai salah satu gangguan perkembangan anak yang sifatnya sangat kompleks. Penyebab autisme masih diperdebatkan, tetapi gangguan neurologis diklaim memengaruhi fungsi otak sehingga anak kesulitan berkomunikasi dan berinteraksi secara normal.

Secara garis besar, gangguan spektrum  autisme terbagi menjadi empat, yakni:

  • Autistic Disorder
  • Asperger Syndrome
  • Childhood Disintegrative Disorder
  • Pervasive Developmental Disorder

Bagaimana Cara Penanganan Autis?

Untuk menangani anak autisme memang tidak mudah. Selain kesabaran, Anda harus bisa menemukan terapi terbaik yang cocok untuk anak. Pasalnya, menerapkan terapi yang salah hanya akan membuang waktu dan berisiko meningkatkan keparahan autis pada anak.

Oleh karena itu, lakukan konsultasi lebih dulu pada ahli untuk mengetahui jenis autis yang diderita anak. Beberapa terapi yang paling banyak diterapkan, antara lain terapi fisik, terapi perilaku, terapi wicara, dan terapi okupasi.

Keempat terapi tersebut sangat efektif untuk membantu menguatkan fisik dan anggota tubuh anak, seperti jari, kaki, dan wajah serta memperbaiki interaksi, komunikasi, dan perilaku anak terhadap lingkungannya.

Dari penjabaran di atas, dapat disimpulkan bahwa memang benar anak laki-laki lebih rentan terkena autis dibandingkan dengan anak perempuan.Meskipun demikian, dengan penanganan yang tepat, tingkat autisme anak dapat dikurangi dan kembali pulih. Ayo, share artikel ini!

Baca Juga : 16 Ciri Anak Autis dan Cara Mengobatinya

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

0 Shares
Copy link
Powered by Social Snap